Dulu Naik Angkot Kini Mobil CRV Terbaru
Kapal ferry terakhir dari Singapura baru saja merapat. Tepat 60 menit dari scedule yang ada. Saat itu jam di konter Imigrasi di pelabuhan Batam Center sudah menunjukkan pukul 21.3000 WIB. Zulfakar bergegas turun dari kapal dan mengikuti antrean penumpang lain di konter imigrasi. Hari itu Jumat (23/9), Zulfakar memang pulang ke rumahnya di Batam setelah empat hari bekerja di Singapura.
Zulfakar segera menuju pintu keluar pelabuhan Batam Center. Di depan pintu kedatangan itu, seorang supir taxi menawarkan taksinya. Zulfakar mengiyakan dan menyebutkan tujuannya. ''Hang Lekir Legenda Malaka, Pak,'' Zulkafar menyebutkan tujuannya kepada supir taksi itu.
Sebagai perencana (planner) di PT Vetco Gray, perusahaan minyak dan gas di Singapura, Zulfakar punya kesempatan libur setiap kali akhir pekan saja. Dan ia tak pernah melewatkan hari libur itu untuk menengok istri dan tiga buah hatinya.
Taksi pun tiba di depan rumah tingkat bercat abu-abu. Berhenti tepat di samping mobil Toyota putih milik Zulfakar. Mendengar suara mobil berhenti, Vinita (38) istrinya segera membukakan pintu. Tak lama dua anaknya juga sudah ada di depan pintu. Kiraana Adeliya (7 tahun) dan Iqbal Al Rasyid (5 tahun) terbangun mendengar ayahnya datang. Sedangkan si bungsu, Aisyah (6 bulan) tetap tertidur lelap di kamar yang ada di lantai dua.
Bagi Zulfakar, berjauhan dengan istri dan anak adalah salah satu resiko yang harus diterimanya. Toh, Singapura tidak terlalu jauh. Ia bisa pulang seminggu sekali. Apalagi kesempatan berkarir di perusahaan minyak dan gas yang ada di Singapura ini memang sudah lama diidamkan Zulfakar. ''Itu yang ketiga kalinya suami saya apply lamaran lewat internet. Sebelumnya tidak ada respon. Dan lamaran yang terakhir ini diterima. Suami langsung diwawancara lewat telepon. Sepertinya rezeki Aisyah (anaknya yang ketiga). Karena sejak Aisyah ada, suami saya diterima, bahkan langsung menjadi karyawan permanen,''cerita Vinita, istri Zulfakar ketika ditemui Batam Pos, Kamis (22/9) lalu di rumahnya.
Sejak suaminya bekerja di perusahaan minyak, ia pun berhenti dari pekerjaannya di perusahaan elektronik. Ia memilih menjadi ibu rumah tangga dan mengasuh tiga anaknya seorang diri. Gaji suaminya sudah sangat cukup membiayai seluruh kebutuhan rumah tangga. Ia pun memberanikan diri resign.
Zulfakar, pria kelahiran Batam tahun 1974 ini memang sudah menyiapkan diri dengan berbagai kursus. Sarjana S1 Teknik Elektro ini mengikuti training di Lembaga Pendidikan Ikbal M Yos di Batu Ampar. Ia yang saat itu masih bekerja di perusahaan elektronik mengambil jurusan Welding Inspector. Ia ingin mencoba bidang baru di perminyakan dan gas.
Kira-kira enam bulan juga, Zulfakar mengikuti pelatihan pada angkatan ke delapan. Setelah lulus Zulfakar menggunakan sertifikat Welding Inspector itu untuk melamar kerja d PT Vedco Gray Indonesia di Batuampar. Lima tahun juga Zulfakar bekerja di perusahaan minyak ini. Sekarang dengan pengalaman kerjanya itu ia berhasil menjual keahliannya sebagai planer dengan gaji yang lebih tinggi di Vedco Gray Singapura. Zulfakar memang tidak menyebutkan besaran gajinya. Namun ia menjelaskan bahwa gaji untuk pekerja yang baru saja menyelesaikan studinya (fresh graduate) sekitar 2800 dolar Singapura. Sedangkan yang berpengalaman diatas 3000 dolar Singapura.
Menurut Imran, staff Lembaga Pendidikan Profesional kelautan dan minyak lepas pantai Ikbal M Yos, bekerja di perusahaan minyak memang menjadi impian banyak orang. Tingginya gaji serta tingkat kesejahteraan yang diberikan perusahaan Oil & Gas menjadi faktor utama untuk bisa bekerja di bidang ini. Tak heran jika peminatnya makin banyak. ''Boomingnya tahun 2007-2008, kelas di Ikbal M Yos sampai indent 3 angkatan. Yah sekitar 100 orang menunggu giliran belajar. Menunggu hingga angkatan sebelumnya selesai,''kata pria yang juga pengajar di lembaga pendidikan ini.
Imran pun menggambarkan besaran gaji yang terima di luar negeri (Thailand, Qatar, Kazakhstan, Kaledonia, Brisbane dan Cina) untuk seorang lulusan SMU dengan jabatan teknisi sebesar 5000 dolar Amerika/bulan. Sedangkan untuk S1 atau yang sudah senior di bidang oil dan gas bisa bekerja di pusat-pusat explorasi minyak dunia seperti Aberden, Timur Tengah, Norwegia, Shakalin Rusia, Houston dengan gaji 8000-15.000 dolar Amerika.
Jauh berbeda dengan standar gaji manufacture/ pabrik yang rata-rata hanya memberi Rp1.5 juta/ perbulan untuk lulusan baru S1. Di tahun ke 5 perkiraan gaji yang didapatkan pun hanya sekitar Rp7 juta/bulan saja.
''Ibaratnya kita jadi pedagang profesi, kita yang dilamar. Kemampuan kita diakui dunia hingga salary pun bisa sama dengan tenaga asing. Tak heran jika pekerja yang dulu belajar ke sini pakai angkot sekarang sudah pakai mobil CRV terbaru juga moge (motor gede),''kata Imran lagi.
Karena itu, kata Imran, pihaknya tak pernah main-main dalam menyiapkan pekerja yang menimba ilmu di sini. Silabus yang dibuat saja dari pengalaman pak Sofyan (direktur sekaligus pendiri Ikbal M Yos) yang sudah 32 tahun bekerja di bidang perkapalan.
Kini sudah ada sekitar 5000 alumni Ikbal M Yos dari 20 angkatan. Dengan berbagai keahlian dibidang perkapalan, fabrikasi, perminyakan dan gas juga suveryor. ''Melihat animo yang cukup besar, Ikbal M Yos membuka satu kampus lagi di Batuaji. Sampai saat ini yang paling diminati welding inspector. Lama belajarnya 6-8 bulan. Biayanya Rp9,7 juta bisa dicicil lima kali. Sistem pendidikan yang diadopsi Lembaga pendidikan Ikbal M Yos ini juga telah disertifikasi ISO 9001-2000 oleh SGA Jenewa.Kami sebut gelar lulusan dari sini bukan S1 tapi $ alias dolar. Karena mau tak mau salary yang diterima pasti dalam bentuk dolar,''jelas Imran. ***
Magang Gratis Demi Pengalaman Kerja
Anto (30), baru dua bulan ini mencoba beralih pekerjaan. Sarjana Komputer ini sebelumnya bekerja di perusahaan telekomunikasi. Ia sudah menyelesaikan kontrak kerjanya dan wajib mengajukan lamaran kembali, tapi ia pun tidak berminat. Ia merasa sudah tiga tahun bekerja, tapi kenapa harus melalui prosedur seperti karyawan baru. Karena tidak mau mengikuti aturan itu, ia lalu memilih sekolah lagi mengambil bidang Welding Inspector. Ia berharap dengan 'banting stir' ke bidang lain, gajinya bisa meningkat. Enam bulan juga ia mengikuti training, dengan biaya sekitar Rp12juta. Tapi semenjak selesai dua bulan lalu, Anto belum diterima bekerja. Ia mengaku sudah memasukkan lamaran pekerjaan ke beberapa perusahaan minyak dan gas juga perusahaan maritim, tapi belum ada satupun yang menelponnya.
Agar tidak terjadi seperti yang dialami Anto, Imran menyarankan agar, Anto rajin bersosialisasi dengan teman-teman alumni. Bergabunglah dengan komunitas alumni. ''Sebaiknya bergabunglah dalam forum komunikasi alumni. Mereka punya milis yang selalu memberi info soal lowongan pekerjaan. Karena lowongan pekerjaan di perusahaan minyak dan gas atau kelautan jarang diekspos di media. Biasanya dari mulut ke mulut, atau dari teman ke teman yang lain,''kata Imran.
Untuk Anto yang belum punya pengalaman sedikitpun. Imran menyarankan untuk rajin mendatangi senior yang sudah bekerja di perusahaan minyak dan gas. Intinya, tambah Imran, bagi yang baru lulus,jangan sombong, rajin datang ke senior untuk minta magang. Kalau perlu tidak dibayar, minimal 1 bulan bekerja untuk mencari pengalaman. Dari sinilah kemampuan dan keahlian kita terlihat. Jika kita sungguh-sungguh bekerja dan tidak malas, biasanya senior pun tidak akan ragu-ragu menawarkan kita bekerja di perusahaan tempatnya bekerja atau di perusahaan lain.
Memang apa saja posisi yang bisa didapat seorang pekerja dengan ijazah sarjana jurusan ekonomi, sosial, hukum atau komputer seperti Anto di perusahaan minyak dan gas ?
Kata Imran, saat pertamakali mendaftar di Ikbal M Yos, ditanya dulu tujuannya belajar di lembaga pendidikan ini. Jika ia ingin bekerja di bidang teknik kami arahkan dulu untuk mengambil welding inspector yang setaraf SMU. Jika ingin meningkatkan lagi agar setara dengan D3 bisa mengambil lagi kelas diatas itu. Tapi jika tetap ingin disesuaikan saja dengan jurusan ilmunya tadi. Anda yang sarjana hukum misalnya dapat mengambil kelas ahli keselamatan dan kesehatan kerja (safety officer). (agn)
Agar Anda Bisa Langsung Bekerja, Hindari ini :
#TIDAK TAHU CARA MEMULAI
Tanpa memahami peta karir Oil & Gas dengan benar, pelamar tidak akan mengetahui ke perusahaan Oil & Gas mana saja harus mengirim CV, posisi apa yang cocok dengan bidang studinya, keahlian apa yang dicari oleh perusahaan Oil & Gas, kursus apa yang harus diambil dll.
#SALAH STRATEGI MELAMAR
Ketidaktahuan mengenai PETA karir Oil & Gas menyebabkan 90 % pelamar terjebak hanya melamar ke jenis perusahaan Oil & Gas yang paling sulit dimasuki, padahal banyak jenis perusahaan Oil & Gas lain yang relatif lebih mudah dimasuki dan memberikan gaji cukup tinggi.
#TERLAMBAT MENINGKATKAN KOMPETENSI
Tidak dipahaminya PETA karir Oil & Gas saat kuliah menyebabkan mahasiswa tidak memiliki panduan yang jelas mengenai kompetensi apa selain IPK yang perlu dilatih guna memenuhi tingginya standar test perusahaan Oil & Gas. Lemahnya kompetensi ini baru ia disadari setelah ia dinyatakan tidak lolos test pada recruitment perusahaan Oil & Gas.
www.oilgascareer-guide.com merupakan website pertama yang menyajikan informasi PETA KARIR OIL & GAS secara lengkap.Pada awalnya, website ini merupakan supporting web yang diperuntukan bagi siswa lembaga training oil & gas APGREID (www.oilgas-training.com) untuk memperbaiki strateginya dalam meraih karir Oil & Gas.
Namun ternyata, informasi yang disajikan dalam web juga diminati oleh kalangan non-siswa, Untuk itu akhirnya website ini dibuka untuk umum dalam bentuk membership.
Dalam website, tersimpan “ BUKU PINTAR KARIR OIL GAS ” yang berisi informasi :
Dengan membaca informasi yang disajikan dalam website ini, diharapkan member bisa mengetahui ruang lingkup karir oil gas secara keseluruhan, mengetahui posisi apa bisa dilamar, mampu mengukur tingkat kesiapan diri serta mengetahui cara meningkatkan kompetensi guna memenuhi tingginya standar yang disyaratkan oleh perusahaan Oil & Gas. (berbagai sumber)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar