Usia tidak muda lagi. Tidak punya ketrampilan apa-apa. Membacapun tidak bisa. Pria dengan dari tiga anak ini tidak punya pilihan. Uang sekolah harus dibayar. Sedangkan dirumah, istri menunggu uang belanja membeli beras dan lauk pauk.
Tapi bagi Hasan, itu bukan membuat dunia jadi gelap. Tidak ada kata putus asa atau sampai harus mengakhiri hidup. Yang penting, selagi tenaga masih ada, apapun bisa dikerjakan. Memecah batu bukit, ngojek, jadi kuli bangunan, semua dilakukan Hasan. Ia tak pernah kehabisan akal untuk berusaha.
Walau hasil yang didapat selalu pas-pasan alias gali lubang tutup lubang. Ngutang dulu, dapat uang dibayarkan.. Lalu ngutang lagi, dapat uang dibayar lagi. Tak ada uang sisa yang bisa digunakan untuk sekadar jalan-jalan ke mall atau membeli baju baru untuk anak-anak. Semuanya impas.
Selagi bisa berusaha, uang juga akan didapat. Sama yang dilakukan Khadijah. Nenek berusia 65 tahun ini tetap bekerja sebagai tukan cuci dan gosok (menyetrika). Karena nenek dua cucu ini harus membayar uang sewa kamar Rp 200 ribu juga memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Wanita asal Rengat yang merantau ke Batam sejak suaminya meninggal ini harus berjuang di saat umurnya makin renta. Dari satu rumah ke rumah yang lain menawarkan pakaian yang akan dicuci dan disetrika. Khadijah memiliki satu anak yang telah menikah, namun ia tak mau merepotkan.
Ia tetap berusaha sendiri. Ia tidak menyerah dengan kondisi. Tubuhnya yang kurus tak membuatnya lemah. Berjalan dari Legenda Malaka hingga Legenda Bali, kemudian balik lagi ke Hang Lekir dan pulang lagi ke kamar kosnya yang ada di blok H. Tak terasa ratusan meter juga dilalui Khadijah. Namun ia tak pernah terlihat lelah. Saat ditegur, senyumnya selalu mengembang.
Dari dua kisah diatas dapat kita ambil hikmahnya. Jika kita punya kemauan, maka ambillah tindakan. Jika susah, kita bisa belajar. Jika tidak tahu, kita bisa mencari tahu. Jika lama, kita bisa bersabar. Jika tidak punya modal, Kita bisa mencari modal. Jika tidak bisa mencari modal, Kita bisa belajar mencari mo
Allah sudah memberikan potensi kepada kita. Kita punya hati, kita punya akal, dan kita punya energi. Gunakanlah.Memang akan banyak menghadapi masalah. Tapi Allah sudah memberikan akal kepada kita untuk mengatasi masalah. Memang perlu kerja keras, tapi Allah sudah memberikan tangan dan kaki kepada kita untuk bekerja keras. Allah sudah memberikan sistem pencernaan yang bisa mengubah makanan menjadi energi. Apa lagi yang kurang?
Sahabat, jangan berhenti karena susah. Kita sudah diberi potensi yang dahsyat oleh Allah untuk mengatasi kesulitan yang kita hadapi. Kesulitan memang untuk kita hadapi, untuk kita lewati, sebab kemudahan akan datang setelah kesulitan.
“Kelapangan itu (datang) setelah kesempitan serta bahwa kemudahan itu (datang) setelah kesulitan.” (HR Ahmad)
“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS Alam Nasyrah:5-6)
Sahabat, semua orang sukses pernah mengalami masa-masa susah. Mereka menghadapi kesulitan seperti kita. Hanya saja, mereka tidak berhenti. Oleh karena itu, kita pun sama, jangan berhenti karena susah. ***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar