
Lama tak mengisi blog, kangen juga. Maklum sudah enam bulan, blog ini kalah saingan dengan facebook. Walau tak online setiap saat, ketika buka email pun, ada saja pesan baru yang membuat saya akhirnya membuka facebook. Lewat facebook, saya akhirnya ketemu lagi dengan teman-teman satu alumni Universitas Riau jurusan Hubungan Internasional tahun 1992.
Sepuluh tahun tak ketemu, senang juga. Apalagi ada satu teman yang menjadikan album fotonya arsip foto kenangan kami waktu kuliah dulu. Melihat foto-foto itu, teringat kembali masa-masa lampau.
Ketika wajah-wajah kami masih culun, ada yang malu karena belum pakai kerudung, sampai ada yang nggak berubah karena masih kurus kering.
Aku sendiri merasa kelihatan masih fresh. Yah. iya lah... dulu kan belum banyak yang difikirkan. Kerjanya hanya belajar, makan, jalan-jalan, nunggu uang kiriman. Itu saja... Rambut masih panjang, gaya anak mudaan.
Dari kontak lewat facebook itulah, kami saling tau. Ada yang pilih jadi ibu rumah tangga saja. Susi temanku yang paling heboh ini pilih terima setoran tiap bulan dari suaminya. Ada yang sudah merantau sampai Jakarta. Ipon, satu-satunya cowok dikelas kami yang punya wajah arab ini ternyata sudah nikah, katanya istrinya baru satu istri dan anak juga satu.
Ada juga yang jadi wartawan. Dulu Uut, si jangkung yang hitam manis ini paling pemalu. Nggak nyangka juga ternyata dia pilih profesi yang membuat dia harus banyak bicara.
Nah, kalau cowok Batak ini, memang paling hoki. Dia kerja di Otorita Batam. Wah.. urusan gaji.. jangan ditanya.. gede banget. Walau kami sama-sama di Batam, hanya sekali pernah ketemu. Itupun sekitar tahun 2000, ketika saya baru pertama kali menginjakkan kaki di Batam.
Ibu yang satu ini. ternyata masih di kampung halamannya. Di Payakumbuh, Nora, temanku ini pilih bekerja di salah satu instansi pemerintah. Anaknya juga udah besar. Umurnya sudah 6,5 tahun.
Nah, ini cewek yang dulunya paling tomboy. Saya pernah ikut ketularan menyukai aliran musiknya. Tapi sekarang dia jadi keibuan. Teti sekarang berkerudung, ia justru lebih anggun. saya pernah diajak keluarganya jalan-jalan ke Medan. Lihat danau toba dan kota Medan. Dari Pekanbaru, kami naik mobil Jeep. Mungkin kalau tidak diajak mereka, saya tak akan pernah tahu kota itu.
Adry, si cowok pintar itu pun akhirnya kami dapati juga. Dari obrolan lintas dunia maya itu, kami punya keinginan yang sama. Reuni....ketemu lagi... trus makan-makan... Tapi nggak tahu juga, gimana mengumpulkan kami yang berpencar ini... ***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar