beranda
Senin, 04 Juni 2012
Awie, Ahli Fengshui Batam
Perempuan Minta Ramalan Jodoh, Pengusaha Analisa Bisnis
Siang itu, ruko yang berdekatan dengan DC Mall dan berada di Komplek Dian Centre Blok G No 10 sepi. Namun Awie, pemilik Cherrist Fengshui & Astrology Services tampak sibuk. Didepan komputernya, pria yang piawai meramal ini sedang mengetik. ''Ada yang minta saya ramalkan nasibnya selama setahun,''kata Awie di ruang kerjanya, Rabu (11/1).
Awie mengaku ramalan nasib dan jodoh seperti yang sedang dikerjakan itu paling banyak diminati perempuan Batam. Butuh dua hari untuk menganalisa dan mendapatkan hasilnya. ''Konsumen suka karena hasil analisanya dibuat dalam hitam dan putih. Bentuknya menyerupai laporan. Prediksinya saya buat sangat detail, biasanya setiap bulan. Tapi ada hari-hari tertentu yang juga saya buatkan prediksinya,''terang pria yang mengambil sekolah Fengshui di Singapore Polytechnic tahun 2010.
Tak hanya ramal Jodoh dan nasib, Awie juga diminta menganalisa bisnis properti pengusaha besar di Batam. Awie kemudian menunjukkan selembar kertas bergambar denah tanah. ''Pengusaha ini minta saya analisa tanah yang akan dibangun perumahan,''kata pria kelahiran Tembilahan 45 tahun lalu.
Awie yang sudah belajar Fengshui sejak umur 16 tahun ini, mengaku sudah punya pelanggan tetap. ''Ada sekitar 60 pelanggan. Jumlah itu belum termasuk anggota keluarganya. Biasanya setiap kali meramal kepala keluarganya, istri dan anaknya juga diramal,''kata pria yang sejak kecil tinggal di Singapura.
Awie juga bercerita pelanggan pertamanya adalah seorang pengusaha percetakan. Awalnya, pengusaha bermarga Tionghoa itu minta diramalkan nasibnya. Kemudian setelah cocok dengan hasil ramalan itu, ia minta dilihat fengshui rumahnya. Baru-baru ini ia minta dicarikan tanggal yang bagus untuk operasi cesar istrinya. Dan setelah bayinya lahir, ia minta dibuatkan nama mandarin untuk anaknya itu.
Pelanggan Awie ternyata tak melulu orang Tionghoa. ''Kalau cewek-cewek yang minta diramal nasib dan jodoh bukan orang Tionghoa. Pokoknya dari Batam. Ada juga orang Singapura minta dianalisa rukonya. Orang Jerman juga minta dianalisa fengshui rumahnya. Dan kalau orang Batak yang pernah ketempat saya, minta dibuatkan nama mandarin,''kata Awie yang membuka prakteknya mulai pukul 09.30-12.00 dan 13.30-18.30 WIB.
Dalam menganalisa rumah, Awie butuh tiga hari. Namun Awie juga bisa memberikan hasilnya dalam waktu empat jam. ''Untuk waktu yang singkat, saya hanya menuliskan hasil analisa fengshui dan denah rumah dengan tulisan tangan. Tapi sebelum datang ke rumah konsumen, saya sudah tahu tanggal lahir seluruh anggota keluarga. Jadi saya tinggal mencocokkan unsur yang sesuai dan pantangan untuk konsumen itu,''kata Awie.
Meramal jodoh, Awie hanya butuh satu hari saja. Tarifnya hanya Rp150ribu. Untuk ramalan nasib selama 1 tahun, tarifnya Rp300ribu, ramalan seumur hidup Rp680ribu. Awie butuh 5 hari untuk mendapatkan hasil analisanya.
Anda yang ingin punya nama mandarin berdasarkan tanggal lahir, bisa minta dibuatkan Awie dengan tarif Rp360ribu. Jika tidak berdasarkan tanggal lahir hanya Rp260ribu.
Analisa rumah, Awie menetapkan tarif antara Rp1-2juta. Sedangkan memilihkan hari pernikahan ataupun peresmian berkisar Rp360ribu.***
Delapan Puluh Persen Analisa Tepat
Ketepatan hasil hingga delapan puluh persen diakui Awie karena ia menggunakan Pa Ce. Yaitu tanggal, bulan, tahun dan jam kelahiran yang jumlahnya 8 angka. Dari delapan angka ini dapat diketahui unsur apa yang kurang dalam diri seseorang. Ada lima unsur (Ce Wei Tou Shu) di alam ini yaitu unsur air,logam, tanah, kayu dan api. Dengan mengetahui kekurangan unsur tadi, maka dapat dicarikan solusinya. Unsur-unsur ini sangat mempengaruhi kesehatan, rezeki, karir, jodoh, hubungan dengan keluarga, jumlah keturunan, hubungan dengan pasangan juga kepribadian selalu dalam kondisi terbaik. ''Beda dengan ramalan shio atau horoskop yang hanya menggunakan 1 angka. Karena itu ketepatannya agak kurang,''kata pria yang memiliki nama Budha Upasaka Pandita Dhamma Putra.
Ada juga alat pendukung yang digunakan Awie untuk menganalisa bangunan yaitu kompas fengshui dan fengshui bintang terbang. Dalam kompas fengshui dan fengshui bintang terbang dapat dilihat 24-64 arah. Dengan mengetahui arah bangunan dengan tepat, maka analisa dapat dilanjutkan. ''Biasanya arah bangunan tadi, saya gabungkan dengan tanggal lahir konsumen. Makanya hasinya lebih bagus,''kata Awie yang masih melajang.
Tak heran, karena kemampuannya membaca analisa dari beberapa cara, Awie sering dimintai konsumen memilih rumah dan ruko yang hoki, dia juga diminta menganalisa dan memperbaiki fengshui bangunan. Awie juga selalu dimintai nasehat fengshui oleh developer untuk denah rumah, hotel, mall juga pabrik. Tak hanya itu, Awie juga diminta memilihkan tanggal lahir bayi, meramalkan nasib, keuangan, memilih kerja yang cocok, peningkatan karir, jodoh, memilihkan nama mandarin dan menentukan hari baik untuk kegiatan penting.
Jika dari hasil analisa itu, kata Awie, si konsumen mendapat hal-hal buruk. Awie biasanya menganjurkan untuk mengubah beberapa hal. Ia tidak menganjurkan renovasi untuk analisa bangunan. Melainkan memindahkan barang-barang yang seharusnya tidak ditempatnya. Mengubah warna cat dinding, memindahkan meja kerja atau tanaman.''Fengshui itu tidak ada magicnya. Ia hanya ilmu untuk menganalisa rumah, bangunan, lingkungan disekitarnya menjadi sebaik mungkin,''kata Awie lagi.
Awie mencontohkan seorang pelanggannya yang juga seorang pemilik toko bahan-bahan bangunan. Ketika datang konsultasi, pelanggannnya itu minta dibantu masalahnya. Dia mengaku tidak bisa mengumpulkan uang. Kemudian Awie mendatangi toko yang terletak di Batuaji itu. Dan dari hasil analisanya, toko itu terletak dalam posisi yang kurang tepat. ''Saya tidak menyarankan renovasi, tapi konsumen saya itu tetap merenovasi. Padahal hanya dengan memindahkan besi, semen, keramik, juga barang-barang plastik di tempat lain, toko itu sudah punya energi bagus lagi. Pemiliknya sudah bisa mengumpulkan uang,''tutur Awie yang pernah bekerja 10 tahun di Perusahaan pembuat kertas Indah Kiat di Pekanbaru.
Ada juga konsumen Awie yang akan menikah, tapi sudah menetapkan hari. Dan ternyata harinya kurang baik. Awie memberikan 4 tulisan huruf mandarin yang harus ditempel di luar kamar tidur dan di luar kamar mandi. Untuk perempuan yang belum dapat jodoh, Awie meminta agar konsumennya memakai gantungan hape berbentuk salah satu shio. Atau memasang lukisan bunga atau salah satu shio di kamar tidurnya.
Untuk konsumen yang sering sakit dan belum juga sembuh, Awie hanya menganjurkan agar melepas ikan ke habitatnya.''Jenis ikannya hanya yang kita makan, bukan ikan hias. Melepas ikannya juga di air yang mengalir dan memang tempat hidupnya. Jangan lepas ikan tawar ke laut. Maksud dari melepaskan ikan itu adalah menyelamatkan jiwa. Selain itu dengan melepas ikan juga bisa memperbaiki nasib, ''kata Awie yang rutin melakukan kegiatan itu. (agn)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar