beranda

Senin, 11 Juni 2012

Teguh Deswanto, Pencipta dan Arranger Lagu Asal Tanjungpinang

Karena Aku Telah Denganmu, Ari Lasso

Aku tak suka selalu saja
Kau sebut-sebut namanya saat kita bicara
Aku tak ingin, tak ingin mendengarnya
Kau bawa-bawa namanya saat berdua denganku...

Bait-bait itu adalah sebagian dari lagu yang dinyanyikan Ari Lasso dan Ariel Tatum di acara musik Dasyat di RCTI awal bulan Agustus lalu. Ari tampil dengan kemeja dan celana jeans warna senada juga kalung di lehernya. Sedangkan Ariel Tatum, gadis belia yang masih berusia 14 tahun ini juga tampil segar dengan kemeja kotak-kotak coklat dipadu celana panjang selutut.
Keduanya sering muncul di beberapa acara musik di stasiun TV mempromosikan lagu baru mereka yang berjudul Karena Aku Telah Denganmu.

Lagu ini diciptakan Teguh Deswanto. Dia juga yang mengaransemen lagunya. Siapa Teguh? Dia adalah anak kelahiran Tanjungpinang. Pernah sekolah di SMAN 2 dan sampai sekarang masih sering ke Tanjungpinang. Seperti lebaran awal bulan September ini, Teguh juga balik kampung. Ia berlebaran ke rumah orangtuanya di Jln. DI Panjaitan No.2 Tanjungpinang.

Suami dari Susy Rioyanvida ini memang tak bisa sering-sering ke kampung. Pria kelahiran tahun 1973 ini harus menyelesaikan lagu-lagu juga aransemen musik untuk artis-artis di Jakarta. Seperti saat dihubungi Batam Pos, Selasa (20/9) melalui telepon, Teguh baru saja menyelesaikan tiga lagu untuk 7icon, grup musik pendatang baru yang personilnya 7 orang gadis-gadis cantik dengan style ala Korea.

''Saya baru saja menyelesaikan tiga lagu dan aransemen untuk 7icon. Kebetulan saya hanya bisa menyelesaikan musik saja, liriknya tidak,''kata Teguh yang dikontrak 6 tahun dengan Aquarius Musikindo, salah satu prosedusen Musik terbesar kedua di Jakarta.

Teguh bercerita tentang perjalanan karirnya. Ia sangat bersyukur bisa bekerja sama dengan produsen musik yang tidak melulu mengejar profit. ''Aquarius lebih musikal. Maksudnya lebih memikirkan kwalitas. Kalau di tempat lain, yang ditanya justru lagu ini bisa laku atau tidak di pasaran,'' begitu Teguh menirukan pertanyaan produsen musik yang pernah didatanginya.

Ada beberapa composer terkenal yang bernaung di bawah Aquarius Musikindo seperti Melly Goeslaw, Pay, Dewiq, Ari Bias, Sandy Canester, Ayat, Tengku Shafick, CongQ dan Mufari.

Teguh mengaku perkenalannya dengan Aquarius Musikindo ini berkat jasa Pay (mantan anggota Slank). Pay sering mengajak Teguh ke kantor Aquarius dan mengenalkan Teguh sebagai pencipta lagu juga arranger musik. Selama setahun itu juga, lagu-lagu yang dibuat Teguh tidak satupun diminati produsen musik ini. ''Niat saya hanya ingin membalas kebaikan Pay. Jadi saya lakukan saja apa yang disarankan teman saya ini. Ia minta saya terus berkarya. Karena itu selama satu tahun itu saya tetap mencipta lagu walau tidak ada satupun yang diterima,''kata Teguh yang pernah menjadi asisten Pay dan Dewiq selama 6 tahun.

Akhirnya keberuntungan datang juga kepada putra dari pasangan HM Ngadiman dan Kamisah itu. Teguh diminta membuatkan lagu untuk Baim yang baru saja keluar dari ADA Band dan mencoba bersolo karir. Teguh membuatkan lagu 'Terbaik Untukmu' dan dibayar Rp9 juta (Rp3juta untuk harga lagu dan Rp6juta buat arransemen lagu).

Sejak itu, Teguh mengaku selalu kebanjiran order lagu. Hasilnya, satu tahun kemudian Teguh bisa mendirikan studio musik yang diberinya nama TGH.Yang merupakan singkatan dari namanya. Studio musik itu beralamat di Jl Flamboyan Blok G1 No1, Rempoa, Bintaro Jakarta Selatan. Kini sejumlah artis penyanyi tip juga minta dibuatkan lagu. Seperti Bunga Citra Lestari dengan lagunya 'Kecewa' (di bawah label Aquarius), Marccel 'Keinginanku' {Warnr Music), Yudika (Sony BMG), Cinta Laura (Sony BMG), Ribas (Sony BMG), Mamamia (Sony BMG), Ikhsan Idol (Sony BMG), Ari Lasso (Aquarius), Praboe (Bulettin Indosemarsakti, Raia (Warnr Music), Sheila Marcia, Ghea Idol, Nafa Urbahc, Sehati, Kripton, Bromo Band, 7icon dan Beby Romeo. ***



Pernah Jadi Tukang Parkir

Keberhasilan pasti butuh pengorbanan. Itu juga dijalani Teguh. Berawal mengadu peruntungan di Yogyakarta mememutuskan datang ke ibu kota Jakarta tahun 1996. Meninggalkan Suzy Rioyanvida (36), istrinya yang saat itu masih kuliah. Dari hasil menjual gitar Rp700 ribu itu, ia berikan Rp200 ribu untuk biaya hidup. ''Sedangkan dia membawa uang Rp500 ribu untuk ongkos naik kereta api dan biaya hidup selama di Jakarta,''kata ayah dari Rhea Ramadhana (14) dan Fatih Naqa Hati (9) dan seorang calon bayi yang masih ada dalam kandungan istrinya.

Setiba di Jakarta, Teguh mencari Opet (pentolan grup band Tiket juga juga additional musicion grub band GIGI), teman satu SMAN 2 Tanjungpinang. Namun Opet tidak bisa ditemui karena kesibukkannya. Teguh akhirnya ke Gelanggang Bulungan Blok M di Jakarta Selatan. ''Di sana ada kafe tempat nongkrongnya artis-artis yang pulang syuting. Waktu itu ada Cornelia Agatha juga Alex Komang. Pemain gitar grup band Arwana yang kecapekan main gitar minta yang ada di situ menggantikan posisinya. Saya langsung maju dan memainkan gitar itu,'' kenang Teguh.

Ketua Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ) yang juga kepala Gelanggang Bulungan, Anto Baret menyukai permainan Teguh. Dia mengajak Teguh tinggal bersamanya. ''Dua tahun juga saya ikut Anto Baret. Kalau tidur di masjid, paginya nongkrong di jalan jadi tukang parkir. Malamnya di cafe. Selama di Bulungan, makan gratis. Karena kami yang ada di situ boleh makan apa saja yang dijual di warung,'' kata Teguh yang juga sering diajak Iwan Fals ngamen.

Hingga suatu saat Teguh bisa bertemu Opet. Dan dikenalkan pada Pay juga Dewiq. Sejak itulah Teguh belajar banyak dengan Pay dan Dewiq. Tak heran jika, konsep musik Teguh sama dengan Pay juga Dewiq. ''Di sinilah saya belajar arransemen lagu. Karena arransemen tidak ada sekolahnya. Semuanya didapat dari praktek. Makanya saya sering ngumpul di sudio teman. Kalau sendirian di rumah tidak bisa berkembang. Saya juga sering ngumpul di studio punya Dani,''tutur Teguh yang pernah membuat grup band bersama Opet dan Opick (penyanyi Tombo Ati).

Kini Teguh punya satu keinginan yang tak lama lagi akan ditunaikan. Ia ingin memindahlan studio TGH ke Tanjungpinang dan membuat komunitas musik untuk anak-anak Tanjungpinang. ''Saya ingin penyanyi-penyanyi di Tanjungpinang punya tempat untuk belajar. Minimal bisa tempat cerita. Mereka punya potensi. Apalagi sekarang orangtua sudah mulai berbondong-bondong menyekolahkan anaknya ke sekolah musik dan vokal. Karena mereka sudah melihat dari dunia seni ini bisa menghasilkan uang. Miris lihat teman-teman disana, masih mencari pekerjaan lain untuk menghidupi diri, karena tidak bisa berharap dari hasil menyanyi atau membuat lagu. Karena itu saya ingin melakukan sesuatu untuk teman-teman di sini,'' kata Teguh lagi. ***



Tidak ada komentar: