beranda

Selasa, 05 Juni 2012

Berburu Tas Bermerek Sampai ke Belanda

Ketika Harga Tak Lagi Dipersoalkan

Dengan cekatan, jemari tangannya yang lentik menekan tombol BlackBerrynya. Ia lalu membrowsing sebuah situs merek terkenal dari Jerman. Setelah situs itu terbuka, sebuah tas jinjing bermotif kotak-kotak warna biru ditunjukkan ke temannya. Tas seharga 150 dolar Amerika itu berlabel Diane Van Furstenberg. Setelah puas mengamati tas dari layar ponselnya, ia kembali membuka pilihan aksesoris. Dilihatnya sebuah kacamata berframe putih. ''Lucu ya. Kepengin beli,''kata Wealya Absari pada Batam Pos, Rabu (28/9) di rumah temannya di The Central Sukajadi.
Tak hanya itu, Wealya juga menunjukkan sebuah laman dengan foto shanty, penyanyi yang kini tinggal bersama suaminya di Hongkong itu. Sebuah tas berbahan jeans dijual Shanty seharga Rp750ribu. ''Lihat tas ini sama kan. Padahal harga barunya Rp1,5 juta,''kata Wealya sambil memperlihatkan tas miliknya yang sama.

Lia, nama panggian wanita ini memang rajin mengupdate pengetahuannya seputar tren tas juga aksesoris. ''Biasanya saya suka baca majalah luar negeri, Style Herworld. Saya titip teman yang lagi ke Singapura. Dari majalah ini, saya jadi tahu tas paling terbaru,''kata istri dari seorang pengusaha di Batam.

Biasanya, kata Lia, setelah melihat dimajalah, ia lalu membrowsingnya di internet. Ia pun bisa melihat detail tas juga harganya. Sewaktu-waktu sedang berlibur atau jalan-jalan ke luar negeri, Lia akan mencari tas itu. Ia pun menunjukkan beberapa tas yang dibelinya ketika berlibur ke Belanda, Italia juga Singapura. Tas bermotif bunga-bunga dengan merek Oilily itu dibeli Lia di Belanda dengan harga 290 Euro (kurs saat dibeli Rp14.800). Ada juga tas merek Blumarine yang dibelinya di Italia dengan harga 400 Euro.

Beberapa tas lain kebanyakan dibeli Lia di Singapura. Tas tangan warna silver dengan merek Iscov itu dibeli Lia di Takashimaya. Kata Lia harganya sekitar 200 dolar Singapura. Ada juga tas merek De2igual bermotif bunga dengan kombinasi warna biru, hijau dan merah itu dibeli Lia di Vivo City, mall dekat pelabuhan feri Harbour Front Singapura. Harganya 159 dolar Singapura.

Masih banyak lagi koleksi tas Lia yang lain. Rata-rata tas branded dan original itu dibelinya di luar negeri. Ia mengaku tidak pernah membeli tas di Batam. Karena dia tahu, di Batam tidak ada tas yang asli. ''Selain itu saya juga suka tas yang tidak umum dipakai orang lain. Biarlah merek yang tidak banyak dikenal, tapi saya puas memakainya. Karena barang original pasti nyaman dipakai,''kata Lia sambil mengenakan tas merek Ted Baker berbahan plastik dengan aksen pita hitam yang manis.

Lia memang mengaku, lebih baik membeli tas yang jarang dipakai orang. Daripada tas yang asli tapi banyak dipakai orang lain. Karena orang tetap mengira tas itu palsu. Karena itu Lia tidak pernah membeli tas Louis Viton. Ia lebih memilih merek lain seperti Manggo, H&M juga Zara.

Sebenarnya kata Lia, di Batam ada beberapa toko masih menjual tas bermerek original. "Di Sarinah, Marina juga BK di Nagoya Hill ada dijual tas Guess juga Etienne Aigne. Biasanya peminatnya istri-istri polisi juga sosialita (keluarga / orang yang super kaya dan aktif di kegiatan sosial),''tambah Lia.

Lia juga menceritakan tantenya yang juga suka membeli tas bermerek. Harga tas yang dipunyai tantenya rata-rata Rp20 jutaan. Bahkan salah satu koleksi tasnya bermerek Hermes seharga 1 M. Kata Lia, karena tas tantenya mahal. Tantenya itu juga sangat merawat tasnya. Tas-tas juga sepatu disimpan dalam tempatnya masing-masing. Disusun di lemari. Disetiap kantong maupun kotak sepatu ada foto tas dan sepatu itu. Ia sengaja memotret sepatu dan tas, agar mudah dilihat dan tidak perlu membuka kotak atau kantong tas. Tak hanya itu ada juga keterangan merek, model serta warna sepatu. 

Nanik, Manager Humas PT. Sido Muncul yang berkunjung ke Batam beberapa waktu lalu, juga merasa hal yang sama. ''Sebenarnya beli tas begini paling enak di Singapura. Langsung dikonternya. Jadi memang benar-benar asli. Coba lihat ini kalau palsu ada saja yang cacat. Kulitnya yang keras, motifnya yang tidak seragam, juga resletingnya yang susah ditutup,''kata Nanik sambil menunjuk tas tangan merek Bonia.

Tapi karena ia harus kembali ke Jakarta sore hari itu, Nanik akhirnya membeli tas Hermes di salah satu toko di Nagoya. Tas Edisi Kelly Bag itu dibelinya dengan harga hanya Rp250ribu. ''Ngak terlalu kelihatan palsu kan,''tanya Nanik pada Batam Pos yang menemani Nanik hunting tas.

Tas itu memang didapat Nanik setelah mendatangi beberapa toko di kawasan Nagoya. Ia memang mengaku tas original lebih awet. Ia pun menunjukkan tas sandang yang dikenakan.

Tak hanya Nanik, di toko itu juga ada rombongan ibu-ibu yang baru saja turun dari bus abu-abu berplat jangkar. Mereka langsung menuju etalase yang memajang tas dan dompet. Salah satunya terdengar menawar dompet dengan harga Rp2,5juta. Dompet warna hitam bermerek Guess itu akhirnya terlihat dibungkus oleh penjual di toko tersebut.

Debi, seorang Notaris Batam tak semaniak Lia. Tas fashion miliknya saja terakhir dibeli lima tahun lalu. Justru Debi lebih senang membeli tas kerja. Dua minggu lalu,ia baru saja membeli tas kerja warna putih merek Ever Best. ''Saya dapat sewaktu ke Singapura. Saya lihat di Vivo City. Harganya didiskon 70%. Biasanya harganya ratusan dolar. Tapi saya dapat hanya puluhan dolar saja,''kata wanita yang juga menyukai merek Bonia dan Braun Buffel.

Debi juga senang membeli tas-tas kerjanya di Singapura. Karena disana dijamin original. Biasanya ia membeli ketika sedang berlibur atau urusan kerja. Jadi ia tidak pernah sengaja ke negeri Singa itu hanya untuk cari tas.

Nunung, seorang sekretaris di perusahaan jasa di Batam ini juga suka membeli tas-tas branded. "Kalau yang original, biasanya saya titip suami. Kebetulan dia kerja di Thailand. Saya kirim gambarnya via ponsel. Nah, disana dicarikan,''kata Nunung.

Tas-tas itu jarang dipakai Nunung. Untuk harian, ia lebih memilih tas-tas premium. Harganya sekitar Rp1-2jutaan. Tas-tas itu ia beli di toko-toko tas yang ada di Nagoya. Nunung juga mengingatkan jika ingin membeli tas yang asli cari buatan Italia, karena ada yang made in Korea. ***


Ingin Tas Branded Sekend

Anda ingin punya tas bermerek yang asli, dengan harga terjangkau. Ada beberapa tempat di Singapura, Malaysia, Hongkong, Filipina juga Amerika Serikat yang bisa anda kunjungi. Sebelum kesana anda bisa buka websitenya di http://www.2ndhandbagshop.com. Anda dimudahkan karena didalam websitenya juga ada peta lokasi toko tersebut. Jadi, anda tak harus membeli tas bermerek baru ketika Anda dapat membeli yang sama dengan setengah harga.

Berikut nama-nama toko penjual Tas Sekend Bermerek di Singapura :
Interesthing Shop
Address: #02-32 The Adelphi 1 Coleman Street
Singapore 179803

The Attic Place
Address:Far East Shopping Centre #04-01
Singapore 238882

Bagzaar
Address:304 Orchard Road #02-101 Lucky Plaza
Singapore 238863

Cavallino
Address: 19 Tanglin Rd #01-45
Singapore 247909

Madam Milan
Address: 304 Orchard Road, #02-14
Singapore 238863

Prestige Collector - United Square
Address: 165 Tanjong Pagar Road
Prestige Boutique - International Plaza
Address: #01-71 International Plaza
79 Anson Road Singapore 079903


Identitas atau Kwalitas

Kini untuk menunjukkan status sosial tak lagi dengan perhiasan bergelantungan. Melainkan dengan tas atau sepatu. Harga jutaan bukanlah kendala. Itu bagi yang berduit. Yang tidak terlalu berkantong tebal, memilih yang tiruan atau yang biasa disebut dengan KW. Tas-tas tiruan itu sebagian besar tas import yang berasal dari China, Hong Kong, dan Korea. Biasanya di klasifikasikan menjadi beberapa kategori yaitu tas kw super, tas kw1, dan tas kw2.

Tas kw super biasanya di bandrol dengan harga jutaan karena bahan, bentuk serta dimensinya di buat sesuai dengan tas aslinya.Tas kw1 biasanya berada di kisaran 400 ribu hingga 1 juta rupiah sedangkan tas kw2 berada di kisaran 300 ribu hingga 400ribu rupiah.

Menurut Wiwit MPsi, psikolog RS Awal Bros, keberadaan tas tiruan ini terkait dengan minat wanita yang juga ingin memiliki tas bermerek. Karena dana minim, dan ada penawaran yang lebih murah, maka tas-tas jenis KW inilah yang menjadi pilihan.

Karena kata Wiwit, dengan memakai tas bermerek, wanita bisa menunjukkan identitasnya. Ada yang ingin memperlihatkan bahwa dia dari kalangan berduit, berjiwa sporty atau elegan. Tapi ada juga yang membeli tas bermerek karena mencari kwalitas. ''Biasanya tas yang dibeli berharga mahal karena ingin awet dalam pemakaian saja. Mereka tak terlalu mengikuti tren. Saat butuh baru membeli. Berbeda dengan peminat fashion. Ia terus mengupdate pengetahuannya tentang tas. Dan akan membeli lagi jika ada yang terbaru,''kata Wiwit lagi. (agn)

Tidak ada komentar: